Kemampuan berbicara adalah salah satu kelebihan yang Allah berikan
kepada manusia, untuk berkomunikasi dan menyampaikan
keinginan-keinginannya dengan sesama manusia. Ungkapan yang keluar dari
mulut manusia bisa berupa ucapan baik, buruk, keji, dsb.
Bahaya yang ditimbulkan oleh mulut manusia sangat besar, dantidak ada yang dapat menahannya kecuali diam.
Ketika Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan masuk
surga, Rasul menjawab : “Bertaqwa kepada Allah dan akhlaq mulia”. Dan
ketika ditanyatentang penyebab masuk neraka,Rasul menjawab : “dua
lubang, yaitu mulut dan kemaluan” (HR. At-Tirmidzi)
Beberapa macam bahaya lisan, yaitu :
1. Berbicara sesuatu yang tidak perlu.
Rasulullah SAW bersabda : “Di antara ciri kesempurnaan Islam seseorang
adalah ketika ia mampu meninggalkan sesuatu yang tidak ia perlukan” (HR
At Tirmidzi)
Ucapan yang tidak perlu adalah ucapan yang seandainya anda diam tidak
berdosa, dan tidak akan membahayakan diri maupun orang lain.
2. Fudhulul-Kalam ( Berlebihan dalam berbicara)
Perbuatan ini dikategorikan sebagai perbuatan tercela. Ia mencakup
pembicaraan yang tidak berguna, atau bicara sesuatu yang berguna namun
melebihi kebutuhan yang secukupnya.
3. Al Khaudhu fil bathil (Melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil)
Pembicaraan yang batil adalah pembicaraan ma’siyat, seperti menceritakan tentang perempuan, perkumpulan selebritis, dsb.
4. Al Jidal (Berbantahan dan Perdebatan)
Perdebatan yang tercela adalah usaha menjatuhkan orang lain dengan
menyerang dan mencela pembicaraannya, menganggapnya bodoh dan tidak
akurat.
5. Al Khusumah (pertengkaran)
Jika orang yang berdebat menyerang pendapat orang lain untuk menjatuhkan
lawan dan mengangkat kelebihan dirinya. Maka al khusumah adalah sikap
ingin menang dalam berbicara (ngotot) untuk memperoleh hak atau harta
orang lain, yang bukan haknya.
6. Taqa’ur fil-kalam (menekan ucapan)
Taqa’ur fil-kalam maksudnya adalah menfasih-fasihkan ucapan dengan
mamaksakan diri bersyaja’ dan menekan-nekan suara, atau penggunaan
kata-kata asing. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di hari
kiamat, adalah orang-orang yang buruk akhlaknya di antara kamu, yaitu
orang yang banyak bicara, menekan-nekan suara, dan menfasih-fasihkan
kata”. (HR. Ahmad)
7. Berkata keji, jorok dan caci maki.
Berkata keji, jorok adalah pengungkapan sesuatu yang dianggap jorok/tabu
dengan ungkapan vulgar, misalnya hal-hal yang berkaitan dengan seksual,
dsb. Hal ini termasuk perbuatan tercela yang dilarang agama.
8. La’nat (kutukan)
Penyebab munculnya kutukan pada sesama manusia biasanya adalah satu dari
tiga sifat berikut ini, yaitu : kufur, bid’ah dan fasik.
“Sesungguhnya orang-orang yang saling mengutuk tidak akan mendapatkan syafaat dan menjadi saksi di hari kiamat” (HR. Muslim)
9. Ghina’ (nyanyian) dan Syi’r (syair)
Syair adalah ungkapan yang jika baik isinya maka baik nilainya, dan jika
buruk isinya buruk pula nilainya. Hanya saja tajarrud (menfokuskan
diri) untuk hanya bersyair adalah perbuatan tercela. Rasulullah SAW
bersabda:
“Sesungguhnya memenuhi rongga dengan nanah, lebih baik dari pada memenuhinya dengan syair” (HR.Muslim)
10. Al Mazah (Sendau gurau)
Secara umum mazah adalah perbuatan tercela yang dilarang agama, kecuali
sebagian kecil saja yang diperbolehkan. Sebab dalam gurauan sering kali
terdapat kebohongan, atau pembodohan teman. Gurauan yang diperbolehkan
adalah gurauan yang baik, tidak berdusta/berbohong, tidak menyakiti
orang lain, tidak berlebihan dan tidak menjadi kebiasaan.
11. As Sukhriyyah (Ejekan) dan Istihza’( cemoohan)
Sukhriyyah berarti meremehkan orang lain dengan mengingatkan
aib/kekurangannya untuk ditertawakan, baik dengan cerita lisan atau
peragaan di hadapannya.
12. Menyebarkan rahasia.
Menyebarkan rahasia adalah perbuatan terlarang. Karena ia akan
mengecewakan orang lain, meremehkan hak sahabat dan orang yang dikenali.
Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya orang yang paling buruk tempatnya di hari kiamat, adalah
orang laki-laki yang telah menggauli istrinya, kemudian ia ceritakan
rahasianya”.(HR. Muslim)
13. Janji palsu
Mulut sering kali cepat berjanji, kemudian hati mengoreksi dan
memutuskan tidak memenuhi janji itu. Sikap ini menjadi pertanda
kemunafikan seseorang.
14. Bohong dalam berbicara dan bersumpah.
Berbohong dalam hal ini adalah dosa yang paling buruk dan cacat yang paling busuk.
15. Ghibah (Bergunjing)
Ghibah adalah perbuatan tercela yang dilarang agama. Rasulullah pernah
bertanya kepada para sahabat tentang arti ghibah. Jawab para sahabat:
”Hanya Allahdan Rasul-Nya yang mengetahui”. Sabda Nabi: “ghibah adalah
menceritakan sesuatu dari saudaramu, yang jika ia mendengarnya ia tidak
menyukainya.” Para sahabat bertanya : “Jika yang diceritakan itu memang
ada? Jawab Nabi :”Jika memang ada itulah ghibah, jika tidak ada maka
kamu telah mengada-ada” (HR. Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar